Klikpantura.com Tangerang– Pentingnya ilmu agama sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan menjadi salah satu pesan utama dalam kegiatan kebersamaan Majelis Dzikir Kopi Nyender (MAKONDER) yang berlangsung pada Selasa, (22/9/2026)
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan bersama Ketua MAKONDER, Abi Bopak, serta para jamaah, di antaranya Jefry, Reno, Maih, Ibu Mida, dan jamaah lainnya.
Turut hadir dan menjadi bagian penting dalam pembinaan keagamaan kaum perempuan, Umi Rika Zaini MaQQI, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pembimbing bagi kaum ibu-ibu dalam kegiatan keagamaan dan kebersamaan jamaah.
Kehadiran Umi Rika Zaini MaQQI memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut, khususnya dalam memberikan dorongan kepada para ibu agar terus menambah ilmu agama dan menjadikannya sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Ilmu Agama sebagai Pedoman Kehidupan
Dalam kebersamaan MAKONDER, ilmu agama tidak hanya dipandang sebagai pengetahuan, tetapi juga sebagai bekal untuk membentuk sikap dan akhlak.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, masyarakat menghadapi berbagai tantangan. Arus informasi melalui media sosial dan teknologi membuat berbagai informasi dapat diterima dengan mudah.
Karena itu, pemahaman agama menjadi penting agar seseorang memiliki pegangan dalam menyikapi berbagai persoalan kehidupan dan tidak mudah terbawa oleh pengaruh yang dapat menjauhkan dari nilai-nilai kebaikan.
Ilmu agama mengajarkan manusia untuk menjaga perkataan, perbuatan, hubungan dengan keluarga, serta hubungan dengan sesama.
Umi Rika Zaini MaQQI Membimbing Kaum Ibu
Peran kaum ibu dalam keluarga juga menjadi bagian yang tidak kalah penting. Ibu memiliki posisi strategis dalam memberikan pendidikan dan keteladanan kepada anak-anak serta menjaga keharmonisan keluarga.

Melalui bimbingan Umi Rika Zaini MaQQI, kaum ibu di lingkungan MAKONDER terus didorong untuk meningkatkan pemahaman keagamaan, memperkuat silaturahmi, serta saling mengingatkan dalam kebaikan.
Pembinaan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi para ibu, tetapi juga bagi keluarga dan lingkungan di sekitarnya.
Sebab, ketika seorang ibu memiliki pemahaman agama yang baik dan berusaha mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, nilai-nilai tersebut dapat menjadi teladan bagi anak-anak dan keluarga.
Ilmu Harus Diamalkan
Pesan penting dalam kegiatan tersebut adalah bahwa ilmu agama tidak cukup hanya diketahui, tetapi harus diamalkan.
Nilai kejujuran, kesabaran, keikhlasan, menjaga amanah, menghormati orang lain, membantu sesama, serta menjaga hubungan baik dengan keluarga dan lingkungan merupakan bagian dari penerapan nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Abi Bopak selaku Ketua MAKONDER, bersama para jamaah dan Umi Rika Zaini MaQQI, terus membangun semangat kebersamaan agar setiap kegiatan dapat menjadi ruang untuk saling mengingatkan dan meningkatkan kualitas diri.
Mempererat Silaturahmi Jamaah
Kehadiran Jefry, Reno, Maih, Ibu Mida, serta para jamaah lainnya membuat suasana pertemuan semakin hangat dan penuh kekeluargaan.
Silaturahmi menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan MAKONDER. Dengan bertemu, berkomunikasi dan saling berbagi pengalaman, hubungan persaudaraan di antara jamaah dapat terus diperkuat.
Kegiatan yang berlangsung sederhana tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan sekaligus menumbuhkan semangat agar setiap pertemuan memberikan manfaat bagi semua yang hadir.
Bekal Menghadapi Tantangan Zaman
Kehidupan manusia tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Setiap orang memiliki persoalan, ujian dan tantangan masing-masing.
Dalam menghadapi berbagai keadaan tersebut, ilmu agama dapat menjadi pegangan agar seseorang tetap memiliki arah dalam menjalani kehidupan.
Agama mengajarkan pentingnya bersabar ketika menghadapi kesulitan, bersyukur ketika mendapatkan keberhasilan, serta tetap rendah hati dalam keadaan apa pun.
Karena itu, nilai-nilai agama diharapkan tidak hanya terlihat ketika seseorang berada di tempat ibadah, tetapi juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika bekerja, berkeluarga, bertetangga maupun bermasyarakat.
Belajar Agama Tidak Mengenal Usia
Kegiatan MAKONDER pada 22 September 2026 tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa mencari ilmu merupakan proses yang tidak mengenal batas usia.
Baik generasi muda maupun orang dewasa tetap perlu terus belajar dan memperbaiki diri.
Melalui dzikir, silaturahmi, diskusi dan saling berbagi pengalaman, para jamaah diharapkan dapat terus meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus mempererat persaudaraan.
Abi Bopak selaku Ketua MAKONDER, bersama Umi Rika Zaini MaQQI sebagai pembimbing kaum ibu-ibu, serta Jefry, Reno, Maih, Ibu Mida dan para jamaah lainnya, terus menjaga semangat kebersamaan agar MAKONDER dapat menjadi ruang positif untuk memperkuat silaturahmi dan meningkatkan pemahaman keagamaan.
Pada akhirnya, ilmu agama bukan sekadar untuk diketahui, tetapi harus dipahami, diamalkan, dan dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan.
Dengan ilmu, seseorang memiliki bekal untuk menentukan langkah.
Dengan agama, seseorang memiliki pedoman untuk menjaga arah kehidupan.
Sementara dengan silaturahmi, persaudaraan dapat terus terjaga.
Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh dalam keluarga besar MAKONDER, yakni bersama-sama mencari ilmu, memperkuat iman, memperbaiki akhlak, serta menjaga persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.
(Abi Bopak).






