Tari Cokek Sipatmo Bawa Budaya Tangerang ke Panggung Nasional, Meriahkan 40 Tahun PPSW di Perpusnas

IMG 20261001 WA0083 Klik Pantura

Klikpantura.com JAKARTA Warisan budaya Tangerang mendapat panggung di tingkat nasional. Tari Cokek Sipatmo yang dibawakan delapan siswi SMK Kristen Gracia Kota Tangerang menjadi salah satu penampilan yang mencuri perhatian dalam peringatan 40 tahun perjalanan Asosiasi Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) di Auditorium Lantai 2 Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).

Penampilan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan dalam rangkaian acara. Tari Cokek Sipatmo menjadi bagian dari upaya memperkenalkan seni tradisional Tangerang kepada masyarakat yang lebih luas, sekaligus memberikan ruang kepada generasi muda untuk terlibat langsung dalam pelestarian budaya.

Sebelum para penari memasuki panggung, suasana acara terlebih dahulu diwarnai alunan musik tehyan. Nuansa musik tradisional tersebut semakin memperkuat atmosfer budaya Betawi dan Tangerang di tengah kegiatan yang dihadiri berbagai kalangan.

IMG 20261001 WA0081 Klik Pantura

Delapan siswi tampil mengenakan busana bernuansa kuning dengan selendang merah. Mereka membawakan rangkaian gerakan Tari Cokek Sipatmo secara kompak, anggun, dan penuh ekspresi.

Kedelapan penari tersebut yakni Caren, Jelove, Greecia, Kristina, Yohana, Intan, Auxy, dan Merlinda. Mereka tampil di bawah bimbingan pelatih tari Ibu Henny.

Ibu Henny mengatakan, kesempatan tampil di Gedung Perpusnas RI menjadi pengalaman berharga bagi para siswinya. Menurutnya, membimbing generasi muda untuk mengenal dan membawakan kesenian tradisional membutuhkan proses, kedisiplinan, sekaligus kecintaan terhadap budaya.

«“Tari Cokek Sipatmo adalah warisan budaya leluhur Tangerang yang sangat berharga dan harus terus kita jaga keasliannya. Mengajarkan tarian ini kepada anak-anak muda bukanlah hal yang mudah, tetapi semangat para siswi ini luar biasa,” ujar Ibu Henny.»

IMG 20261001 WA0085 Klik Pantura

Ia mengaku bangga melihat para siswinya mampu tampil percaya diri di hadapan para tamu undangan dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di salah satu ruang publik nasional.

«“Saya sangat bangga melihat mereka bisa tampil percaya diri dan luwes membawakan Tari Cokek Sipatmo di hadapan para tamu Perpusnas RI. Semoga ruang-ruang seperti yang diberikan oleh PPSW ini terus ada agar generasi muda semakin mencintai dan melestarikan seni budaya lokal,” katanya.»

Tari Cokek merupakan salah satu kesenian yang lekat dengan perkembangan budaya masyarakat Tangerang. Kehadirannya dalam peringatan 40 tahun PPSW menjadi kesempatan untuk mempertemukan seni tradisional dengan generasi muda sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada publik yang lebih luas.

Di atas panggung, gerakan para penari terlihat harmonis mengikuti irama musik. Selendang merah yang dikenakan para penari turut memperkuat visual pertunjukan, sementara kekompakan dan ekspresi mereka membuat penampilan berlangsung dinamis.

Bagi Caren dan ketujuh rekannya, kesempatan tersebut juga menjadi pengalaman penting dalam proses pembelajaran. Mereka tidak hanya berlatih menguasai gerakan tari, tetapi juga belajar tampil di hadapan masyarakat, membangun kepercayaan diri, serta membawa identitas budaya daerah ke ruang yang lebih luas.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak harus berhenti pada lingkungan sekolah atau komunitas. Ketika generasi muda diberi ruang untuk tampil, seni tradisional dapat menjadi media pendidikan, ekspresi, sekaligus sarana memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat.

IMG 20261001 WA0082 Klik Pantura

Peringatan 40 tahun PPSW sendiri menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan organisasi dalam mendampingi dan memberdayakan perempuan di tingkat akar rumput. Di tengah agenda tersebut, kehadiran seni budaya memberikan warna tersendiri sekaligus memperlihatkan bahwa pemberdayaan generasi muda dapat berjalan berdampingan dengan upaya pelestarian kebudayaan.

Tampilnya delapan siswi SMK Kristen Gracia di Auditorium Perpusnas RI menjadi salah satu bagian yang memperkaya rangkaian kegiatan tersebut.

Dari Tangerang ke Jakarta, Tari Cokek Sipatmo membawa pesan sederhana: warisan budaya akan tetap hidup ketika generasi muda tidak hanya mengenalnya, tetapi juga berani mempelajari, menampilkan, dan memperkenalkannya kepada masyarakat.

Penampilan para siswi tersebut pun menjadi bagian dari perjalanan panjang pelestarian seni tradisional Tangerang, sekaligus bukti bahwa panggung budaya masih memiliki tempat penting bagi generasi muda di tengah perubahan zaman.

(Denni)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *