KOPRI PK PMII Komfuspertum Gelar Sekolah Islam Gender dan Peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

IMG 20251209 WA0031 scaled Klik Pantura

Klikpantura.com Tangerang Selatan, 8 Desember 2025— KOPRI PK PMII Komfuspertum Cabang Istimewa Ciputat sukses menyelenggarakan dua agenda besar bertema *penguatan gerakan perempuan* yang berlangsung sejak 30 November hingga 8 Desember 2025 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dua kegiatan tersebut adalah *Sekolah Islam Gender (SIG)* serta Seminar dan Deklarasi Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP). Rangkaian acara ini menjadi wujud komitmen organisasi dalam memperkuat perspektif *keislaman berkeadilan gender* dan mendorong advokasi terhadap berbagai bentuk kekerasan yang masih dialami perempuan.

Sekolah Islam Gender: “Kopri Reborn”

Tahun ini SIG mengangkat tema “Kopri Reborn: Membaca Ulang Islam & Gerakan untuk Membangun Peradaban yang Berkeadilan.” Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan kader perempuan PMII yang kompeten di bidang isu gender, di antaranya:

* Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Umar Lubis, M.A.
* Dr. Ala’i Nadjib, M.A.
* Mumtazatul Kamila, S.Ag.
* Mahlulatul Mufidah, S.Ag.
* Aida Intan Lestari

IMG 20251209 WA0034 scaled Klik Pantura

Para pemateri membahas ragam topik seperti tafsir gender, konsep Islam *rahmatan lil-‘alamin*, serta dinamika hukum Islam kontemporer yang relevan dengan isu perempuan.

Peringatan HAKTP: Suara Bersama untuk Perlindungan Perempuan

Memasuki peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP), KOPRI Komfuspertum menggelar seminar yang menghadirkan akademisi, aktivis, hingga pejabat publik. Narasumber yang hadir meliputi:

* Entin Oliantini, S.Ag., M.Si (DP3AKKB Banten)
* Elva Farhi Qolfina, S.Sos., S.H., M.Si (Komisi E DPRD DKI Jakarta)
* Dr. Diana Mutiah, M.Si. (Psikolog UIN Jakarta)
* Jessica Alicia (Aktivis Perempuan Jakarta)
* Virinda La Ode, S.H. (CEO Juristic.id)

Forum tersebut menyoroti pentingnya perlindungan perempuan baik di ruang domestik maupun publik. Para narasumber juga menekankan perlunya sinergi antara negara, masyarakat, dan komunitas kampus untuk mewujudkan ruang yang aman bagi perempuan.

Rangkaian acara semakin lengkap dengan **deklarasi bersama**, **drama musikal bertema kekerasan gender**, serta **sesi aspirasi** bagi perempuan di Ciputat untuk menyampaikan pengalaman dan tuntutan mereka secara terbuka.

Penguatan Gerakan Perempuan di Tingkat Komisariat

Ketua Umum KOPRI PK PMII Komfuspertum, **Latifah Zahra, mengapresiasi terselenggaranya dua agenda besar ini. Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran, ketahanan, dan solidaritas dalam gerakan perempuan.

“Gerakan ini mengajak kita menyadari dan menerima bahwa kita adalah perempuan yang punya hak dan suara. Yang perlu dibangun adalah *resiliensi*: daya tahan, daya juang, kemampuan untuk bangkit dan tumbuh lebih kuat. Mulainya dari diri sendiri dan komunitas,” ujar Latifah.

Senada dengan itu, Ketua Umum PK PMII Komfuspertum, **Kholil Umami**, menegaskan komitmen organisasi dalam mendukung kader perempuan.

“PK PMII Komfuspertum adalah rahim yang melahirkan perempuan-perempuan penggerak. Perempuan bukan hanya tentang penampilan, tetapi isi kepala dan kontribusinya. Kami akan selalu membuka ruang selebar mungkin bagi perempuan untuk bergerak.”

KOPRI Komfuspertum Teguhkan Komitmen

Melalui dua agenda besar ini, KOPRI PK PMII Komfuspertum menegaskan perannya sebagai ruang belajar, konsolidasi, dan penguatan gerakan perempuan di tingkat komisariat. KOPRI berkomitmen memastikan isu keadilan gender dan perlindungan perempuan tetap menjadi agenda bersama yang melibatkan mahasiswa, akademisi, pemerintah, serta masyarakat luas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *