Klikpantura.com Tangerang—* Ketua DPC Kabupaten Tangerang- LSM seroja dan warga Desa Kayu Agung dibuat resah dengan kondisi jalan raya utama Pisangan Pakuhaji, tepatnya di desa Kayu Agung Kecamatan Sepatan yang kembali mengalami kerusakan meski baru dibangun sekitar tiga tahun lalu. Kerusakan berupa retakan, dan berlubang jalan yang mulai bergelombang terlihat di beberapa titik sejak setahun terakhir,” Rabu (03/12/2025)
Menurutnya kondisi ini sangat mengganggu aktivitas harian, warga yang melintas terutama bagi para pengendara roda dua. Beberapa kejadian kecelakaan ringan juga dilaporkan terjadi akibat pengendara kehilangan keseimbangan saat melintas di bagian jalan yang rusak parah
“Kami sangat kecewa. Baru tiga tahun dibangun, kok sudah rusak begini? Kualitas pengerjaannya patut dipertanyakan. Kami meminta Dinas Bina Marga bertanggung jawab,” ujar Muhidin Ketua DPC LSM seroja
Kendatinya kami meminta pihak dinas bina marga bertanggung jawab dengan kualitas jalan yang baru 3 tahun ko bisa terjadi dimana pengawasannya sebagai dinas bina marga
Kami mempertanyakan kualitas dan kuantitas nya dan kami pihak lembaga LSM seroja akan segera menyurati dinas terkait,” tegasnya
Dan Kami tidak melihat ada pengawasan yang jelas dari dinas terkait waktu jalan ini dibangun. Hasilnya ya seperti ini, cepat rusak. Dinas Bina Marga harus turun tangan segera,” jelasnya
Ketua DPC LSM Seroja Muhidin berencana mengirimkan surat permohonan resmi kepada pemerintah kabupaten jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan. Mereka berharap jalan yang menjadi urat nadi aktivitas desa dapat kembali layak pakai dan dibangun dengan kualitas yang lebih baik agar bertahan dalam jangka panjang.
Selanjutnya tokoh masyarakat desa kayu agung yang enggan di sebut namanya menambahkan bahwa warga merasa tidak nyaman dengan kondisi jalan yang sudah rusak parah dimana pengawasan selama proyek berlangsung dulu sangat minim. Menurutnya, jika pengawasan dilakukan dengan benar, kerusakan dini seperti ini seharusnya bisa dicegah.
Hingga kini, pihak Dinas Bina Marga belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan warga, Masyarakat berharap perbaikan segera dilakukan sebelum kerusakan semakin parah dan berdampak lebih besar terhadap keselamatan serta perekonomian desa.






