Klikpantura.com TANGERANG – Warga di kawasan permukiman padat penduduk Pondok Jaya mengeluhkan pelaksanaan proyek pembangunan jalan lingkungan. Keluhan ini dipicu oleh penataan material paving block oleh pekerja proyek yang menutup akses jalan gang tanpa memikirkan mobilitas harian warga setempat.
Kondisi ini mulai dikeluhkan setelah material pembangunan diturunkan secara mendadak pada Jumat malam (25/9). Tumpukan bahan material tersebut menutupi seluruh badan jalan, hingga tidak menyisakan ruang sedikit pun bagi kendaraan roda dua untuk melintas ,” Sabtu (26/9/2026).
Sejumlah warga mengaku kecewa karena masukan mereka sama sekali tidak didengar oleh para pekerja di lapangan. Padahal, saat truk material baru tiba, warga sudah mengingatkan agar tumpukan paving block ditata rapi secara berkala dan menyisakan sedikit celah jalan.

“Semalam pas material paving-nya turun, kami sudah bilang baik-baik ke pekerjanya. Tolong jangan ditutup semua jalan gangnya, sisakan sedikit celah supaya motor warga masih bisa lewat keluar-masuk. Tapi pekerja di lapangan malah diam saja, tidak merespons, dan tetap menutup total jalan,” ujar salah satu warga setempat dengan nada kecewa, Sabtu (26/9).
Dampak dari penutupan sepihak ini langsung terasa pada Sabtu pagi. Aktivitas warga menjadi terganggu dan memicu kebingungan. Banyak warga yang hendak berangkat kerja, mengantar anak sekolah, serta pedagang keliling terpaksa memutar arah mencari rute alternatif yang jaraknya jauh di luar gang.
Selain mengganggu mobilitas, tumpukan material yang berantakan tersebut juga dinilai membahayakan keselamatan warga yang berjalan kaki.

Anang, salah seorang warga Pondok Jaya, sangat menyayangkan kurangnya koordinasi serta sikap acuh tak acuh dari para pekerja proyek di lokasi.
“Saya berharap pihak penanggung jawab proyek segera turun tangan untuk menata ulang tumpukan material. Minimal, hak akses jalan untuk kendaraan roda dua bisa kembali terbuka selama proses pembangunan berlangsung,” tegas Anang.
Saat dikonfirmasi oleh awak media, pihak pelaksana kegiatan proyek menyampaikan respons singkat terkait keluhan tersebut. “Iya bang, nanti saya kasih tahu yang kerja,” ujar sang pelaksana proyek saat dihubungi.
Warga kini menunggu tindakan nyata dari pengawas dan pelaksana proyek agar pembangunan fasilitas publik ini tidak justru merugikan dan melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Abt






