Banyak Warga Keluhkan Data Desil, Masyarakat Kurang Mampu Berharap Pendataan Lebih Tepat Sasaran

IMG 20261020 WA0056 Klik Pantura

Klikpantura.com Tangerang Sejumlah warga mengusulkan evaluasi data desil karena masih ditemukan masyarakat kurang mampu yang berada pada desil teratas Pemerintah diharapkan melakukan verifikasi ulang agar bantuan sosial dapat diberikan sesuai kondisi ekonomi masyarakat,” Selasa (20/10/2026)

Banyak warga menyampaikan keluhan dan usulan terkait penetapan desil dalam pendataan kesejahteraan sosial. Persoalan ini menjadi perhatian masyarakat, khususnya bagi keluarga yang kondisi ekonominya terbatas dan masih membutuhkan bantuan dari pemerintah.

Warga berharap penetapan desil tidak hanya mengacu pada data administratif, tetapi juga mempertimbangkan kondisi nyata kehidupan sehari-hari.

Pasalnya, menurut keluhan yang disampaikan sebagian masyarakat kecamatan Sepatan, masih terdapat keluarga yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, memiliki penghasilan tidak menentu, dan kesulitan memenuhi kebutuhan pokok.

Kondisi tersebut menimbulkan harapan agar pendataan kesejahteraan masyarakat dapat ditinjau kembali secara menyeluruh.

Warga menilai, ketepatan data sangat penting karena dapat memengaruhi proses penentuan penerima bantuan sosial maupun program pemerintah lainnya.

Desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat ke dalam sepuluh kelompok. Secara umum, desil 1 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi,” ujar salah satu warga kecamatan Sepatan yang enggan disebut namanya

Dengan demikian, masyarakat yang berada pada desil di bawah 1 termasuk dalam kelompok desil terbawah, meskipun penentuan kelayakan bantuan tetap mengikuti kriteria program yang berlaku.

Sejumlah warga mengusulkan agar proses verifikasi dilakukan secara langsung dengan melihat kondisi rumah, pekerjaan, penghasilan, jumlah tanggungan keluarga, serta kebutuhan hidup sehari-hari. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memastikan bahwa data yang digunakan benar-benar mencerminkan kondisi masyarakat.

Selain itu, masyarakat juga berharap adanya mekanisme pengaduan yang mudah diakses bagi warga yang merasa data kesejahteraannya belum sesuai. Dengan adanya saluran pengaduan yang jelas, warga dapat menyampaikan keberatan sekaligus mengajukan pembaruan data melalui prosedur yang tersedia.

Warga menilai, persoalan data desil bukan sekadar angka dalam sistem pendataan, melainkan berkaitan dengan keadilan dalam penyaluran program bantuan. Oleh karena itu, pembaruan data secara berkala dinilai penting agar perubahan kondisi ekonomi keluarga dapat diperhitungkan.

Pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat menindaklanjuti berbagai usulan tersebut melalui koordinasi dengan pemerintah desa atau kelurahan, pendamping sosial, serta instansi yang berwenang mengelola data kesejahteraan.

Pada akhirnya, masyarakat berharap proses pendataan dilakukan secara transparan, akurat, dan sesuai kondisi di lapangan. Dengan data yang lebih tepat, program perlindungan sosial diharapkan dapat menjangkau keluarga yang benar-benar membutuhkan serta mengurangi potensi ketidaksesuaian data penerima bantuan.

**Masyarakat berharap keluhan mengenai desil mendapat perhatian serius dan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan serta pembaruan data yang objektif, sehingga kebijakan bantuan sosial dapat berjalan lebih tepat sasaran.**

Abt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *