Mempererat Tali Silaturahmi, MAKONDER Jadikan Keikhlasan dan Kebersamaan

IMG 20260909 WA0074 Klik Pantura

Mempererat Tali Silaturahmi, MAKONDER Jadikan Keikhlasan dan Kebersamaan

TELUKNAGA, BANTEN – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti kegiatan kumpul bersama Jamaah Majlis Dzikir Kopi Nyender (MAKONDER) yang berlangsung di Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa malam (8/9/2026).

Kegiatan rutin yang dihadiri para jamaah dan jajaran pengurus MAKONDER tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus mengingatkan pentingnya keikhlasan, kebersamaan, dan rasa syukur dalam menjalani kehidupan.

Acara dipimpin langsung oleh Abi Bopak (Bopax) selaku Ketua Dewan Pembimbing sekaligus Pimpinan MAKONDER. Ia didampingi sejumlah pengurus majelis lintas wilayah, di antaranya Bpk. Jefry dari Cengklong selaku Ketua Harian MAKONDER, Bpk. Ustad Reno dari Kosambi selaku Wakil Ketua MAKONDER, serta Bpk. Maih Burik dari Neglasari selaku Penasehat MAKONDER.

Sementara itu, kelancaran penyediaan hidangan dalam kegiatan tersebut turut didukung oleh Ibu Midah selaku Ketua Konsumsi.

Suasana semakin terasa akrab dengan adanya spanduk hijau bertuliskan “MAKONDER – Majlis Dzikir Kopi Nyender” yang menjadi latar belakang kegiatan. Para jamaah duduk secara lesehan sambil mengikuti rangkaian dzikir bersama, arahan spiritual, serta diskusi santai yang ditemani kopi dan kudapan.

Dalam arahannya, Abi Bopak menyampaikan bahwa silaturahmi bukan sekadar kegiatan berkumpul dan bersantai, tetapi memiliki nilai penting dalam kehidupan sosial maupun spiritual.

Menurutnya, menjaga hubungan baik dengan sesama dapat menjadi jalan untuk mempererat persaudaraan, menciptakan ketenangan hati, serta menumbuhkan rasa saling peduli di tengah kehidupan bermasyarakat.

Abi Bopak juga mengajak seluruh jamaah untuk sejenak melepaskan kepenatan dari berbagai aktivitas kehidupan, kemudian mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui dzikir dan refleksi diri.

Ia menekankan bahwa kebersamaan harus dibangun dengan keikhlasan dan tanpa membedakan latar belakang masing-masing jamaah.

«“Kenikmatan hidup tidak melulu diukur dari materi, melainkan dari hati yang tenang, pikiran yang jernih, dan lingkaran persaudaraan yang tulus. Ketika kita duduk bersama, berdzikir, dan menikmati segelas kopi dalam suasana kekeluargaan, di situlah rasa syukur dan kenikmatan hidup yang hakiki dapat kita rasakan,” tegas Abi Bopak di hadapan para jamaah.»

Ustad Reno: Kebersamaan Jangan Hanya Saat Ada Kepentingan

Sementara itu, Bpk. Ustad Reno dari Kosambi, selaku Wakil Ketua MAKONDER, menegaskan bahwa silaturahmi harus dijaga secara berkelanjutan dan tidak hanya dilakukan ketika seseorang memiliki kepentingan tertentu.

Menurut Ustad Reno, kekuatan sebuah majelis bukan hanya terletak pada banyaknya jamaah yang hadir, tetapi juga pada ketulusan setiap anggotanya dalam menjaga persaudaraan.

«“Jangan sampai kita berkumpul hanya ketika ada kepentingan. Justru silaturahmi harus tetap dijaga dalam keadaan apa pun. Ketika kita bisa saling menghargai, saling membantu, dan saling mengingatkan dalam kebaikan, insyaallah kebersamaan ini akan menjadi sesuatu yang membawa keberkahan,” ujar Ustad Reno.»

Ia menambahkan, kegiatan MAKONDER diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menenangkan hati sekaligus mempererat hubungan antarjamaah.

“Kita tidak mencari siapa yang paling hebat atau siapa yang paling benar. Yang kita bangun adalah kebersamaan, keikhlasan, dan rasa persaudaraan. Kopi boleh sederhana, tempat boleh sederhana, tetapi kalau hati kita ikhlas dan persaudaraan kita kuat, insyaallah nilainya menjadi luar biasa,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Bpk. Jefry dari Cengklong selaku Ketua Harian MAKONDER menegaskan komitmen jajaran pengurus untuk terus menjaga keharmonisan serta keberlangsungan kegiatan Majlis Dzikir Kopi Nyender.

Menurutnya, kegiatan rutin tersebut menjadi salah satu sarana untuk memperkuat komunikasi dan kebersamaan antara pengurus dengan jamaah dari berbagai wilayah.

Sementara itu, Bpk. Maih Burik dari Neglasari selaku Penasehat MAKONDER memberikan pandangan bahwa kebersamaan yang dilandasi niat ikhlas dapat menjadi benteng moral bagi jamaah dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi sarana untuk berkumpul, tetapi juga menjadi wadah untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, memperkuat persaudaraan, dan menjaga hubungan sosial agar tetap harmonis.

Melalui kepemimpinan Abi Bopak serta dukungan seluruh jajaran pengurus dan jamaah, Majlis Dzikir Kopi Nyender (MAKONDER) berkomitmen untuk terus konsisten menjadi wadah positif bagi masyarakat, khususnya di wilayah Teluknaga dan sekitarnya.

Dengan mengedepankan nilai keikhlasan, kebersamaan, silaturahmi, dan rasa syukur, MAKONDER diharapkan dapat terus merangkul berbagai lapisan masyarakat, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta turut menebarkan suasana damai dan harmonis dalam kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan ditutup dalam suasana penuh keakraban. Para jamaah kembali menikmati kebersamaan sambil berbincang santai. Secangkir kopi menjadi simbol sederhana dari kebersamaan yang dibangun tanpa sekat, sementara dzikir dan silaturahmi menjadi pengingat bahwa kenikmatan hidup tidak selalu hadir dalam bentuk kemewahan, tetapi juga dapat dirasakan melalui hati yang tenang, keikhlasan, dan persaudaraan yang tulus.
( Bopak).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *