Klikpantura.com KOTA TANGERANG – Suasana haru dan duka mendalam menyelimuti keluarga besar Setiawan. Warniati Setiawan, yang akrab disapa Thia Eng Nio, telah berpulang untuk selamanya pada usia 65 tahun.
Almarhumah meninggal dunia dengan tenang pada Selasa, 8 September 2026, pukul 02.38 WIB. Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, kerabat, sahabat, serta orang-orang yang selama ini mengenalnya.
Jenazah almarhumah kini disemayamkan di Rumah Duka Boen Tek Bio, Jalan Akses Tanah Gocap No. 102, Karawaci Ilir, Kota Tangerang.
Di rumah duka tersebut, keluarga dan kerabat secara bergantian hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Suasana penuh keheningan dan doa terasa mengiringi setiap kedatangan pelayat yang ingin mengenang sosok almarhumah untuk terakhir kalinya.
Sejumlah karangan bunga turut berdatangan dan menghiasi area rumah duka sebagai bentuk ungkapan belasungkawa dan penghormatan terakhir dari keluarga, sahabat, kerabat, maupun pihak-pihak yang mengenal almarhumah semasa hidup.
Karangan bunga tersebut menjadi simbol rasa kehilangan sekaligus bentuk dukungan moril kepada keluarga yang tengah berduka. Di tengah suasana yang penuh kesedihan, perhatian dan doa yang diberikan para pelayat menjadi penguat bagi keluarga yang ditinggalkan.
Foto Senyum Almarhumah di Tengah Altar
Di hadapan altar, terpampang foto Warniati Setiawan atau Thia Eng Nio semasa hidup. Senyum ramah almarhumah dalam foto tersebut seolah menjadi kenangan yang akan terus melekat di hati keluarga dan orang-orang terdekatnya.
Foto almarhumah ditempatkan di tengah dekorasi altar yang dihiasi berbagai ornamen khas tradisi Tionghoa, lengkap dengan lampion, perlengkapan simbolis, serta persembahan.
Papan nama bertuliskan “Warniati Setiawan (Thia Eng Nio)” turut diletakkan di bagian depan altar sebagai penanda tempat keluarga memberikan penghormatan terakhir sebelum prosesi kremasi dilaksanakan.
Ditinggalkan Dua Putri dan Dua Menantu
Semasa hidup, almarhumah Warniati Setiawan meninggalkan dua orang putri yang menjadi bagian penting dalam kehidupan keluarganya.
Putri pertama adalah Linda Yuniati Yonata, yang didampingi oleh suaminya, Ng Chi Fung, yang juga dikenal dengan panggilan Anam.
Sementara putri kedua adalah Metta Kurnia Yonata, yang didampingi oleh suaminya, Hendrick.
Kehadiran kedua putri beserta para menantu menjadi bagian dari keluarga yang mengiringi kepergian almarhumah dengan penuh kasih, doa, dan penghormatan.
Bagi keluarga, kepergian Warniati bukan hanya kehilangan seorang ibu, tetapi juga sosok yang selama perjalanan hidupnya telah menjadi tempat berbagi kasih, perhatian, dan kebersamaan.
Kremasi Dijadwalkan Sabtu
Sesuai rencana keluarga, almarhumah dijadwalkan diberangkatkan dari Rumah Duka Boen Tek Bio pada Sabtu, 12 September 2026, pukul 09.30 WIB, menuju Krematorium Boen Tek Bio.
Sebelum prosesi tersebut dilaksanakan, keluarga dan kerabat diberikan kesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir serta menyampaikan doa bagi almarhumah.
Selain prosesi kremasi, keluarga juga telah mempersiapkan rangkaian doa dan peringatan di kediaman keluarga yang berada di Perumahan Bugel Indah.
Adapun jadwal peringatan yang telah disiapkan keluarga, yakni:
– Peringatan malam ke-3: Minggu malam–Senin
– Peringatan malam ke-7: Kamis malam–Jumat
Rangkaian doa tersebut menjadi bentuk penghormatan keluarga sekaligus ungkapan kasih kepada almarhumah yang telah berpulang.
Keluarga Mohon Doa
Kepergian seseorang untuk selamanya tentu bukan hal yang mudah bagi keluarga yang ditinggalkan. Namun, di tengah kesedihan tersebut, keluarga berusaha mengikhlaskan kepergian Warniati Setiawan dengan mengiringinya melalui doa dan penghormatan terakhir.
Pihak keluarga menyampaikan terima kasih kepada seluruh kerabat, sahabat, dan rekan yang telah datang, memberikan karangan bunga, perhatian, serta menyampaikan doa dan dukungan di tengah suasana duka.
Keluarga juga memohon maaf apabila semasa hidup almarhumah terdapat kesalahan, baik dalam perkataan maupun perbuatan.
Semoga Warniati Setiawan (Thia Eng Nio) mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Semoga segala kebaikan yang pernah dilakukan semasa hidup menjadi kenangan indah dan amal yang terus dikenang.
Bagi keluarga yang ditinggalkan, khususnya kedua putri Linda Yuniati Yonata dan Metta Kurnia Yonata, beserta kedua menantu Ng Chi Fung (Anam) dan Hendrick, semoga diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan untuk menerima kepergian orang tercinta.
Selamat jalan, Warniati Setiawan (Thia Eng Nio).
Doa, kasih sayang, dan kenangan keluarga serta orang-orang yang mengenalmu akan selalu menyertai perjalananmu menuju keabadian.
( Denni)






