Integrasikan Pertanian dan Peternakan, Gerak Emas Pamulang Targetkan Jadi Sorotan Publik Nasional

IMG 20260621 WA0025 Klik Pantura

Klikpantura.com PAMULANG – Kelompok masyarakat di wilayah Pamulang resmi menginisiasi gerakan baru bernama Gerak Emas (Gerakan Aksi Ekonomi Masyarakat Sejahtera). Gerakan ini dibentuk sebagai wadah konsolidasi berbagai komunitas lokal untuk mengembangkan kawasan agrowisata terpadu, berbasis pemanfaatan lahan potensial, sekaligus mengintegrasikan sektor sosial-pendidikan.

Pertemuan strategis yang dihadiri oleh para tokoh masyarakat, mantan birokrat, hingga penyuluh Kementerian Pertanian (Kementan) ini membahas langkah konkret penguatan legalitas kelompok serta pematangan konsep bisnis kawasan.Minggu (21/06/2026)

Integrasi Pertanian, Peternakan, dan Sekolah Sosial
Ketua inisiator gerakan, Daeng Rahmat, mengungkapkan bahwa Gerak Mas mengintegrasikan berbagai sub-sektor potensial guna mendongkrak ekonomi warga.

“Kami menggabungkan kelompok tani, kelompok budidaya ikan air tawar, kelompok tanah wisata, hingga aspek sosial seperti Sekolah Anak Kolong yang saat ini sudah mengantongi dukungan 1.000 buku bantuan dari Kementerian,” ujar Daeng Rahmat.

IMG 20260621 WA0024 Klik Pantura

Untuk mendukung aksi nyata ini, pihak pengelola telah menyiapkan lahan siap pakai seluas kurang lebih 1.200 meter persegi di wilayah RW 06 (depan Masjid Latian)a. Lahan tersebut akan difokuskan untuk pertanian hortikultura berbasis polybag. Saat ini, tercatat ada 46 anggota inti Pamulang, 16 anggota komunitas mitra, dan total sekitar 120 simpatisan yang siap bergerak bersama.

Mantan Kepala Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian (Ketapang) yang turut mengawal pergerakan ini sejak awal, Pak Yefi Suherman, menegaskan pentingnya pembagian fokus kerja (manpower management) agar pengelolaan lahan memberikan dampak ekonomi nyata (income) bagi seluruh anggota. Beliau mendorong kelompok ini tidak sekadar bertani, melainkan bertransformasi menjadi P4S (Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya).

“Konsep ke depannya harus mengarah ke bisnis dan edukasi. Kita bisa menjual paket studi tiru atau wisata edukasi berkebun, meniru keberhasilan daerah lain. Jika kawasan di Pamulang ini tertata rapi dan terintegrasi antara hortikultura, perikanan, serta peternakan, saya yakin ini akan menjadi sorotan publik berskala nasional,” jelas Pak Yefi optimis.

Menanggapi antusiasme warga, Ibu Ida Nur, Penyuluh Pertanian Kementan yang bertugas di wilayah Tangerang Selatan, menyambut baik pembentukan kelompok baru ini. Namun, ia mengingatkan pentingnya aspek legalitas formal agar kelompok tersebut diakui oleh negara dan mudah mengakses bantuan pemerintah.

Ada dua poin penting regulasi yang ditekankan oleh Ibu Ida:

Pendaftaran Simluhtan: Kelompok tidak boleh hanya memegang SK Kelurahan, tetapi wajib terdaftar di dalam sistem administrasi digital Simluhtan (Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian).

Aturan NIK Tunggal: Berdasarkan aturan kementerian, setiap anggota tidak boleh terdaftar di dua kelompok tani yang berbeda guna menghindari error sistem.

“Langkah terdekat, besok kita buat Berita Acara pembentukan kelompok, kumpulkan NIK KTP anggota, lalu kita dorong ke Kelurahan untuk penerbitan SK. Saya juga sudah berkomunikasi dengan pihak terkait, secara fisik lahan dan potensinya sangat riil dan terpadu,” tutur Ibu Ida.

Melalui komitmen kuat dari seluruh pengurus dan pendampingan berkelanjutan dari tim penyuluh, Gerak Mas diharapkan mampu membuktikan bahwa pemanfaatan lahan urban secara kolektif dapat memperkuat ketahanan pangan tingkat lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

(…/kjk)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *