Klikpantura.com Tangerang, — Kawasan Makam Kepuh Pisangan di Kecamatan Sepatan yang selama ini dikenal sebagai tempat ziarah dan pusat aktivitas masyarakat, kini sempat diwarnai keresahan akibat dugaan aksi premanisme,” Minggu (22/03/2026)
Sejumlah pedagang yang biasa berjualan di sekitar area makam mengaku menjadi korban pemerasan oleh oknum tak dikenal. Mereka dimintai sejumlah uang dengan alasan “uang keamanan”. Jika menolak, pedagang mengaku mendapat tekanan dan ancaman
Salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya menyampaikan keluhannya.
“Sebagai pedagang kami hanya ingin mencari nafkah dengan tenang. Tapi tiba-tiba ada yang meminta uang keamanan,” ujarnya.
Makam Kepuh Pisangan sendiri merupakan salah satu lokasi ziarah yang rutin dikunjungi warga, terutama menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Aktivitas ini turut menghidupkan ekonomi warga sekitar melalui keberadaan pedagang makanan, bunga tabur, dan perlengkapan ziarah.

Namun, dalam beberapa waktu terakhir, suasana yang sebelumnya kondusif mulai terganggu. Kehadiran oknum yang melakukan pungutan liar dinilai tidak hanya merugikan pedagang kecil, tetapi juga mencoreng nilai tradisi dan kesakralan kawasan Kepuh Pisangan tersebut.
Tokoh masyarakat setempat menyayangkan kejadian ini dan meminta aparat segera mengambil tindakan tegas.
“Kawasan makam seharusnya aman dan nyaman bagi semua. Jangan sampai tradisi yang sudah dijaga puluhan tahun rusak oleh ulah segelintir orang,” tegasnya.

Menanggapi laporan tersebut, pihak Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sepatan bergerak cepat. Oknum yang diduga melakukan pemerasan telah diamankan dan saat ini tengah diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.
Warga berharap kejadian serupa tidak terulang dan situasi di Makam Kepuh Pisangan dapat kembali aman serta kondusif. Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kelestarian nilai budaya di kawasan Makam Kepuh Pisangan







