Klikpantura.com Tangerang – Warga Perumahan Binong Permai, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan lambatnya penanganan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di lingkungan mereka. Keluhan ini mencuat setelah tiga warga RW 015 dilaporkan harus menjalani perawatan di rumah sakit pada Rabu (11/2/2026).
Sejumlah warga menilai respons terhadap laporan kasus DBD terkesan lambat. Mereka berharap ada langkah cepat dan konkret dari pihak terkait untuk mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.
Salah satu warga, Husen, mengaku berinisiatif mengambil tindakan dengan membuat alat fogging sederhana secara mandiri. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan warga sekitar.
“Sudah ada tiga warga yang masuk rumah sakit. Kami berharap ada penanganan cepat,” ujar Husen saat ditemui awak media.
Ia menjelaskan, alat fogging rakitannya dibuat dari bahan-bahan sederhana seperti botol plastik, tabung gas kecil, regulator, pipa bekas AC yang dibentuk spiral, serta selang. Campuran cairan yang digunakan kemudian dipanaskan hingga menghasilkan asap tebal untuk membantu mengusir nyamuk.
“Asap yang keluar sudah berbentuk kabut tebal, bukan lagi cairan,” jelasnya.
Meski demikian, warga tetap berharap penanganan utama dilakukan oleh pihak berwenang. Husen meminta RT, RW, kelurahan, hingga puskesmas setempat dapat segera turun tangan menindaklanjuti laporan warga.
“Ini menyangkut nyawa manusia. Jangan menunggu ada korban lagi,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kelurahan maupun puskesmas terkait langkah penanganan kasus DBD di wilayah tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.
Warga berharap adanya fogging resmi, pemeriksaan jentik berkala, serta sosialisasi pencegahan DBD agar kasus serupa tidak terus bertambah.







