Ketika Rahasia Masa Lalu Kembali, Dian Sastrowardoyo Hadapi Kisah yang Tak Sederhana

IMG 20261031 WA0111 Klik Pantura

Klikpantura.com JAKARTA – Ketika rahasia masa lalu kembali hadir, seseorang tak hanya berhadapan dengan kenangan, tetapi juga pilihan-pilihan yang dapat mengubah masa depannya. Pergulatan itulah yang dialami Sinta, karakter yang diperankan Dian Sastrowardoyo dalam film terbaru Yang Datang dan Yang Pergi. Menggabungkan romansa, rahasia keluarga, dan konflik tiga generasi, film ini menghadirkan kisah yang jauh lebih kompleks daripada sekadar hubungan cinta.

Disutradarai oleh Nurman Hakim dan Nan Achnas, film ini berpusat pada sebuah rumah penginapan tua milik keluarga Sinta. Bangunan tersebut menyimpan berbagai rahasia dan kenangan dari orang-orang yang pernah datang dan pergi. Setiap kehadiran membawa harapan, cinta, bahkan pengkhianatan yang meninggalkan pengaruh terhadap kehidupan Sinta dan keluarganya.

Dian memerankan Sinta, sementara Roy Sungkono hadir sebagai Banawan, sahabat masa kecil Sinta yang kembali ketika keduanya telah dewasa. Pertemuan itu membawa kembali bagian dari masa lalu yang turut memengaruhi perjalanan hidup mereka.

Cerita film ini bergerak melalui tiga periode waktu, yakni 1965, 1999, dan 2026. Melalui perjalanan lintas generasi tersebut, penonton diajak melihat bagaimana pengalaman dan keputusan masa lalu dapat terus membayangi kehidupan generasi berikutnya.

Rahasia Keluarga dan Warisan Masa Lalu

Sutradara sekaligus penulis film, Nurman Hakim, menjelaskan bahwa Yang Datang dan Yang Pergi mengeksplorasi bagaimana masa lalu membentuk seseorang, serta bagaimana seorang perempuan menghadapi warisan yang diterimanya untuk menentukan masa depan.

Gagasan tersebut menjadi salah satu fondasi cerita. Setiap generasi menerima warisan pengalaman dan cerita dari generasi sebelumnya, tetapi tidak berarti harus mengulang perjalanan yang sama.

Di sisi lain, Nan Achnas menyoroti pilihan setiap generasi dalam menentukan hal-hal yang ingin dipertahankan maupun ditinggalkan. Ia juga menekankan pentingnya hak perempuan untuk memilih jalan hidupnya sendiri.

Nan menilai Dian Sastrowardoyo mampu menggambarkan perjalanan Sinta dalam berbagai fase kehidupan, termasuk pergulatan ketika harus berhadapan dengan masa lalu keluarganya.

Bagi Dian, Sinta bukan sekadar penerima warisan cerita keluarga. Ia merupakan perempuan yang memiliki pilihan dan kendali atas masa depannya. Karakter tersebut, menurut Dian, merefleksikan pengalaman banyak perempuan dalam menghadapi kehidupan.

Roy Sungkono dan Kembalinya Cinta Masa Lalu

Selain konflik keluarga, hubungan Sinta dan Banawan menjadi bagian penting dalam cerita. Banawan merupakan sahabat masa kecil Sinta yang kembali hadir setelah keduanya beranjak dewasa.

Roy menggambarkan Banawan sebagai sosok dari masa lalu Sinta yang kembali ketika kehidupan telah berubah. Rumah penginapan tua menjadi ruang pertemuan antara masa lalu dan masa kini, sekaligus tempat sejarah keluarga memengaruhi generasi berikutnya.

Film ini menandai kolaborasi pertama Dian Sastrowardoyo dan Roy Sungkono sebagai pasangan romantis di layar lebar. Hubungan keduanya menjadi salah satu jalur cerita yang mempertemukan romansa dengan persoalan keluarga.

Reuni Dian Sastrowardoyo dengan Dua Sineas

Yang Datang dan Yang Pergi juga menjadi ajang reuni Dian Sastrowardoyo dengan dua sineas yang pernah bekerja sama dengannya. Dian kembali berkolaborasi dengan Nurman Hakim setelah film 3 Doa 3 Cinta (2008), serta dengan Nan Achnas setelah Pasir Berbisik (2001).

Selain Dian dan Roy, film ini turut dibintangi Dimas Aditya, David Ari Wibowo, dan Retno Soetarto. Dimas juga kembali bekerja sama dengan Nurman Hakim setelah film Bid’ah Cinta (2017).

Film yang disutradarai, ditulis, dan diproduseri Nurman Hakim serta Nan Achnas ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 3 Desember 2026.

Melalui kisah tiga generasi, Yang Datang dan Yang Pergi mengajak penonton melihat bahwa masa lalu tidak selalu berhenti sebagai kenangan. Ada cerita yang terus diwariskan, ada rahasia yang kembali terbuka, dan ada pilihan yang harus diambil agar seseorang tidak selamanya hidup dalam bayang-bayang masa lalunya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *