Warga Binong Terdampak Banjir Lumpur, Soroti Dugaan Dampak Pembangunan Lippo di Curug Wetan

IMG 20260406 WA0174 Klik Pantura

Klikpantura.com.Tangerang | Dampak pasca banjir di Perumahan Binong Permai, Cluster Cristal, serta sejumlah wilayah di Kelurahan Binong dan Sukabakti, Kecamatan Curug, dikeluhkan warga. Banjir yang terjadi pada Minggu (5/4/2026) diduga berkaitan dengan aktivitas pembangunan di kawasan Kp. Pondok Jengkol, Desa Curug Wetan.

Air berwarna coklat bercampur lumpur tanah merah dilaporkan menggenangi jalan hingga masuk ke dalam rumah warga hingga sebetis orang dewasa. Kondisi ini membuat proses pembersihan menjadi sulit dan memakan waktu lama.

“Airnya coklat, jalan penuh lumpur tanah merah sampai masuk ke rumah, jadi susah dibersihkan,” ujar Chris, warga setempat.

Menurutnya, pemerintah daerah seharusnya bersikap tegas terhadap para pengembang yang diduga berdampak pada lingkungan sekitar. Ia menyoroti pembangunan oleh pihak Lippo dan Aryana yang dinilai belum memberikan solusi terhadap persoalan banjir yang sudah berlangsung lama.

“Seharusnya Pemkab Tangerang tegas dan menegur pengembang seperti Lippo dan Aryana. Jangan warga Binong yang terus terdampak, sudah puluhan tahun banjir tidak ada solusi,” imbuhnya.

Chris juga mengaku melihat sejumlah pejabat, termasuk Bupati, Camat, dan Lurah berada di sekitar SPBU Aryana dekat Cluster Cristal. Ia berharap perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada kawasan tertentu.

IMG 20260406 WA0172 Klik Pantura

“Saya lihat ada Bupati, Camat, Lurah di dekat pom bensin Aryana, depan Cluster Cristal. Padahal yang terdampak itu Perumahan Binong,” paparnya pada Senin (6/4/2026).

Di lapangan, kondisi lumpur tebal masih terlihat di wilayah RT 004/014 hingga akses jalan menuju SMP Negeri 5 Curug. Warga disebut telah berupaya membersihkan secara mandiri, namun khawatir kondisi licin dapat membahayakan pengguna jalan.

“Warga sudah capek bersihin. Jangan sampai ada yang jatuh dulu baru ditangani,” ujarnya.

IMG 20260406 WA0175 Klik Pantura

Ia juga menyinggung pembangunan tandon air di kawasan Aryana yang disebut belum terealisasi meski telah lama direncanakan.

“Dari dulu sampai sekarang tandon di Aryana belum juga dibangun, padahal sudah diserahkan ke pemerintah,” tandasnya.

Selain itu, warga berharap pihak pengembang turut memperhatikan dampak lingkungan dari aktivitas pembangunan yang terus berjalan, termasuk penyediaan fasilitas pengendali air seperti tandon.

RedKjk

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *