Mohamad jembar sikapi Adanya Rekayasa Anggaran, Penerima BSPS di Sepatan Timur, KPM Hanya Terima Nota Belanja Material Kosong ‎

IMG 20260118 WA0046 Klik Pantura

‌Klikpantura.com TANGERANG, Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang sejatinya bertujuan membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki hunian layak, kini menuai sorotan. Pasalnya, bantuan bedah rumah yang dianggarkan sebesar Rp20 juta diduga tidak diterima secara utuh oleh salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Tangerang.
‎dari anggaran 20 juta.

Untuk pembangunan 17.500.000.dan 2.5000.000 untuk biaya tukang
‎Penerima bantuan atas nama SK warga Kampung Rawa Indah, Desa Tanah Merah, Kecamatan Sepatan Timur, mengaku hanya menerima bantuan senilai Rp17,5 juta, itupun tidak dalam bentuk uang tunai, melainkan berupa paket material BANGUNAN dengan Nota Kosong.

‎Kepada wartawan, Mohamad Jembar Ketua GMPK.BANTEN menyampaikan kekecewaannya lantaran bantuan yang diterima tidak transparan. Ia menuturkan bahwa kwitansi belanja material yang diberikan tidak mencantumkan daftar harga satuan, sehingga ia kesulitan memastikan nilai riil barang yang diterima,” Minggu (18/01/2026)

‎“dan di benarkan Mohamad jembar penerima kecewa, kwitansi belanja material Sk tidak ada rincian harga. juga tidak tahu sebenarnya harga material yang dipakai berapa,” ujar Sk kepada Wartawan Jumat (16/1/2026).

IMG 20260118 WA0044 Klik Pantura

‎Lebih lanjut, Mohamad jembar mengungkapkan bahwa SK bahkan harus mengeluarkan biaya tambahan dari kantong pribadi untuk menyelesaikan pembangunan rumahnya. Ia menduga nilai material yang digunakan jauh dari angka yang seharusnya.

‎“Kalau dihitung dari daftar barang yang ada di kuitansi, perkirakan paling hanya sekitar Rp8 jutaan. Selebihnya saya harus nombok sendiri,” ungkapnya.

‎Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kecamatan Sepatan Timur, Yusef, selaku pihak yang mengajukan bantuan bedah rumah tersebut, saat dikonfirmasi terkait adanya selisih nilai bantuan, memberikan tanggapan singkat.

‎“Diakurin saja sama DRPB yang didapatkan. Di DRPB itu sudah lengkap harga dan lain-lainnya,” kata Yusef.

‎Namun, pernyataan tersebut justru menimbulkan pertanyaan baru, mengingat pihak penerima bantuan mengaku tidak pernah mendapatkan rincian harga secara terbuka sebagaimana yang disebutkan.

‎Kasus ini menambah daftar dugaan persoalan transparansi dalam pelaksanaan program BSPS di lapangan. Masyarakat berharap instansi terkait dapat turun tangan melakukan klarifikasi dan audit, agar tujuan mulia program bedah rumah benar-benar dirasakan utuh oleh warga yang membutuhkan, bukan justru menyisakan kekecewaan.
Mohamad Jembar Sebagai ketua GMPK Banten.akan terus mengawal atas permainan curang yang di lakukan oknum.dan sudah konfirmasi masalah ini kepada pengawas program BSPS. Melalui telp akan lakukan pengecekan secara detail.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *