Klikpantura.com TANGERANG – Di balik kesibukannya memimpin Media Center Sukadiri (MCS) Kabupaten Tangerang, Ijum Setiawan, S.S., S.H., ternyata menyimpan sisi lain yang inspiratif. Sosok yang dikenal aktif di dunia media dan informasi ini diam-diam konsisten menekuni dunia literasi. Hasilnya, dalam dua tahun terakhir ia berhasil menerbitkan delapan buku,”
Pria yang juga menggunakan nama pena **Setiawan Rois** itu kembali menghadirkan karya terbarunya berjudul *“Sajak-Sajak Cinta Bagi Mereka yang Bertahan Dalam Duka”*. Buku kelimanya tersebut resmi terbit pada Kamis, 12 Februari 2026.
Buku ini berisi kumpulan sajak yang mengangkat tema pergulatan rasa, keteguhan hati, serta refleksi mendalam tentang cinta, luka, dan ketabahan. Gaya penulisan Ijum yang emosional namun dekat dengan realitas kehidupan membuat karya-karyanya terasa hangat dan menyentuh pembaca.
“Alhamdulillah, dalam setahun saya bisa menerbitkan dua buku,” ujar Ijum.
Deretan Karya yang Telah Terbit
Sejumlah buku yang telah ia terbitkan antara lain:
*Melodi Dalam Sunyi* (Sajak)
*Mari Kita Renungkan* (Refleksi)
*Rujakan Aksara Jilid 2* (Puisi & Sajak)
*Dari Kata Menjadi Karya* (Kiat menulis bagi pemula)
* *Sajak-Sajak Cinta Bagi Mereka yang Bertahan Dalam Duka* (Sajak)
Tak berhenti sampai di situ, Ijum mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat ia akan kembali menerbitkan buku ke-6. Bahkan pada April 2026, ia menargetkan peluncuran tiga buku sekaligus, yakni:
* *Merajut Cinta Dengan Allah (Membangun Jiwa Ikhlas)* (Refleksi)
* *Aku Ini Anakmu Mak* (Novel)
* *Shanty: Cerita Yang Tak Usai Ku Tulis* (Novel)
Pilih Buku Fisik, Jaga Nilai Literasi
Menariknya, seluruh karya Ijum diterbitkan dalam bentuk buku cetak (fisik). Ia memilih tidak mendistribusikannya dalam format digital maupun elektronik. Keputusan ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap proses literasi serta menjaga nilai eksklusivitas karya.
Selain itu, nama pena **Setiawan Rois** memiliki makna tersendiri. Kata “Rois” merupakan gabungan dari nama kedua orang tuanya.
“Rois itu saya ambil dari nama bapak dan ibu. Saya juga dikenal dengan nama Rais, Opsih, dan Ijum Setiawan,” jelasnya.
Dengan terbitnya buku kelima ini, Ijum berharap karya-karyanya dapat menjadi teman bagi pembaca, memberi manfaat, serta meninggalkan kesan yang mendalam. Kiprahnya di dunia literasi menjadi bukti bahwa kesibukan bukanlah halangan untuk terus berkarya dan berbagi inspirasi.







