Klikpantura.com Kabupaten Tangerang– Wakil sekertaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Banten Soroti dugaan penipuan paket Lebaran yang diselenggarakan oleh panitia lokal yang beralamat di wilayah desa cengklong kecamatan Kosambi kabupaten Tangerang, BOS tersebut diduga kabur setelah dana dari para peserta terkumpul menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri.
Peristiwa ini mencuat setelah diketahui bahwa Ketua (BOS) Paket tidak ada dirumahnya sejak kamis, 5 Februari 2026. Dan sejak hari itu sejumlah Kordinator dari berbagai desa ,wilayah dan anggota pun mulai berdatangan dan mendapatkan info dari tetangga dekat, bahwa mereka telah pergi bersama suami dan 3 orang anaknya (satu keluarga).”Pergi kamis pagi, sekitar jam 2 pagi, katanya mau belanja untuk paket”
Wakil Sekjen DPW GMPK Banten menyampaikan bahwa saudara saya juga ikut serta dan menjadi korban dalam arisan tersebut Sebagai bentuk dukungan terhadap program berbagi menjelang Lebaran, Namun hingga waktu distribusi yang dijanjikan, paket tidak kunjung diterima dan ketua sulit dihubungi.

Keterangan dari salah satu warga bahwa Ketua (BOS) Paket tersebut sudah berjalan sejak 8 tahun dan baru tahun ini bermasalah .
“Awalnya kegiatan ini terlihat meyakinkan karena telah berjalan beberapa tahun dan tidak pernah ada masalah, oleh karena itu banyak anggotanya, ditambah karena dikelola oleh pihak yang dikenal di lingkungan sekitar. Namun untuk tahun ini,saat mendekati hari pembagian, komunikasi terputus dan paket tidak dibagikan, dan diketahui bahwa telah pergi sejak kamis pagi” ujarnya kepada wartawan, Minggu (15/02/2026).
Sejumlah kordinator lapangan dan anggota lain juga mengaku mengalami kerugian dengan nominal yang bervariasi, mulai dari jutaan hingga ratusan juta rupiah.

Mereka berharap panitia arisan paket lebaran segera memberikan klarifikasi atau mengembalikan dana yang telah disetorkan.
Pihak korban menyatakan tengah mempertimbangkan langkah hukum apabila tidak ada itikad baik dari panitia arisan paket lebaran dalam waktu dekat.
Laporan resmi ke aparat penegak hukum juga disebut sedang dipersiapkan guna mengusut dugaan penipuan tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengikuti arisan atau program paket Lebaran, terutama yang melibatkan pengumpulan dana dalam jumlah besar. Masyarakat diimbau memastikan kredibilitas penyelenggara dan memiliki perjanjian tertulis guna meminimalkan risiko kerugian.







