Anggaran Rp2,3 Miliar untuk Tugu dan Taman, Jalan Rusak Terabaikan: Warga Tangerang Geram

WhatsApp Image 2025 12 28 at 08.45.36
Gambar Ilustrasi

Klikpantura.com Kabupaten Tangerang — Kebijakan Pemerintah Kabupaten Tangerang  kembali menuai kritik tajam dari masyarakat. Anggaran sebesar Rp2,3 miliar yang digunakan untuk pembangunan Tugu 0 Kilometer serta taman literasi Kabupaten Tangerang dinilai tidak tepat sasaran, terlebih di tengah kondisi infrastruktur wilayah yang masih jauh dari kata layak.

Selain pembangunan tugu, sorotan publik juga tertuju pada kegiatan rapat pemerintahan yang digelar di hotel di Bandung dan bahkan dimeriahkan oleh penampilan band . Masyarakat menilai kegiatan tersebut mencerminkan pemborosan anggaran dan minimnya kepekaan terhadap kebutuhan dasar warga.

Bacaan Lainnya

“Jalan rusak di mana-mana, lampu penerangan jalan minim, tapi anggaran malah dihabiskan untuk tugu dan rapat mewah. Ini jelas melukai rasa keadilan masyarakat,” ujar salah satu Warga Sepatan, Minggu (28/11/2025)

Pantauan di sejumlah wilayah, khususnya di daerah Utara Kabupaten Tangerang, masih banyak ditemukan jalan berlubang, permukaan aspal rusak parah, serta minimnya penerangan jalan umum (PJU).

IMG 20251203 WA0075
Kondisi Jalan Raya Pakuhaji, tepatnya di desa Kayu Agung Kecamatan Sepatan

Kondisi tersebut kerap dikeluhkan warga karena membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.

Warga menilai, anggaran miliaran rupiah tersebut seharusnya diprioritaskan untuk kebutuhan mendesak, seperti perbaikan jalan, peningkatan penerangan jalan, drainase, serta pelayanan publik yang langsung dirasakan manfaatnya.

“Kalau tujuannya demi citra atau simbol, tapi rakyat masih kesulitan, itu jelas salah prioritas. Kami butuh jalan yang layak, bukan monumen,” kata warga lainnya.

Kritik juga datang dari kalangan aktivis sosial dan pengamat kebijakan publik yang menilai pembangunan Tugu 0 Kilometer tidak memiliki urgensi tinggi dibandingkan persoalan infrastruktur dasar yang belum terselesaikan.

Warga berharap pemerintah segera melakukan evaluasi dan mengalihkan fokus anggaran pada pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *