Klikpantura.com Tangerang— Peristiwa memilukan dialami sebuah keluarga sederhana di Desa Daon, Kabupaten Tangerang Seorang bayi yang baru dilahirkan dilaporkan mengalami patah tulang pada bagian bahu kanan yang diduga kuat terjadi akibat proses persalinan yang dilakukan secara paksa dan tidak sesuai prosedur medis,” Kamis (15/01/2026)
Ibu bayi menuturkan, kejadian tersebut terjadi saat dirinya menjalani proses persalinan di Puskesmas Sukatani. Menurut pengakuannya, bayi dipaksa ditarik keluar meskipun kondisi persalinan belum memungkinkan.
“Bayi saya dipaksa dan ditarik keluar dari rahim saya, padahal kondisi saya belum siap untuk melahirkan,” ujar sang ibu dengan nada sedih.
Ia menjelaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan oleh seorang bidan yang dibantu oleh dokter jaga darurat. Dokter tersebut disebut sebagai seorang pria yang menarik bayi secara paksa hingga menyebabkan cedera serius.
“Tangan bayi saya mengalami cedera parah Tulang di bagian bahu kanan patah, dan sejak lahir tangan itu tidak bisa digerakkan secara normal,” lanjutnya.
Kondisi tersebut membuat keluarga terpukul dan tak kuasa menahan tangis ketika mengetahui anak mereka berpotensi mengalami cacat permanen.
Hingga kini, pihak keluarga mengaku belum mendapatkan tanggung jawab maupun penjelasan resmi dari Puskesmas Sukatani terkait kejadian tersebut.
“Kami hanya ingin anak kami lahir dengan selamat, tapi yang terjadi justru sebaliknya,” ucap sang ibu dengan suara bergetar.
Ia berharap pihak puskesmas setidaknya menyampaikan permohonan maaf serta bertanggung jawab atas pemulihan kondisi anaknya.
“Saya berharap ada tanggung jawab agar anak saya bisa mendapatkan perawatan maksimal dan kembali normal,” harapnya.
Sementara itu, salah satu warga Desa Daon yang enggan disebutkan namanya menegaskan bahwa pihak puskesmas harus melakukan penyelidikan menyeluruh atas kejadian ini.
“Kami meminta agar kasus ini diusut secara transparan dan ada pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penanganan persalinan yang aman, profesional, dan mengedepankan nilai kemanusiaan. Keselamatan ibu dan bayi seharusnya menjadi prioritas utama dalam setiap proses kelahiran.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Puskesmas Sukatani belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan kelalaian tersebut.






