Klikpantura.com Tangerang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digalakkan pemerintah di Kabupaten Tangerang, menuai sorotan tajam. Salah satu unggahan yang dihebohkan Via Grup Whatsapp menu MBG yang dinilai sangat sederhana.
Dalam unggahan yang tersebar di Salah Satu Via group Whatsapp tampak menu berupa Susu Kotak All purpose milk, Apel,Buah pir, Jeruk, Energen dan roti 2 Biji sebagai pendamping.Kondisi unggahan memantik keprihatinan dari Via WAG.
Banyak penghuni WhatsApp group (Wag)menilai porsi dan variasi makanan tersebut tidak mencerminkan standar gizi seimbang, sebagaimana tujuan utama program MBG yang diluncurkan pemerintah.
Sejumlah penghuni Wag menyoroti bahwa menu tersebut dinilai “kurang” dan tidak layak disebut sebagai makanan bergizi.
Spontan, perbincangan menu di WAG direspon oleh beberapa penghuni Wag.menu MBG sangat irit.
Namun, sebagian lainnya menilai bahwa foto yang beredar belum tentu mewakili kondisi di semua sekolah, dan meminta publik untuk tidak terburu-buru menyimpulkan. “Mungkin itu hanya satu contoh, atau ada kesalahan di lapangan.
Dikatakan, Ketua Media Center Sukadiri (MCS) Ijum Setiawan menyatakan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tersebar di Salah Satu Grup Whatsapp jadi perbincangan, Pasalnya menu MBG, diduga dinilai tidak sesuai standar maupun pagu anggaran per porsi.
Hal tersebut dikarenakan adanya unggahan poto yang tersebar di salah satu grup Whatsapp jadi perbincangan hangat oleh penghuni tersebut.
Ijum menilai,dari sisi porsi maupun kualitas gizi, di duga tidak memenuhi. Padahal, sejatinya program MBG bertujuan membantu pemenuhan gizi dasar. Terutama pada anak sekolah dan ibu hamil.
“Kalau praktiknya di menu yang disajikan seperti yang terunggah bagaimana anak bangsa mau sehat.
Selain itu, mekanisme pembagian MBG juga patut menjadi sorotan. Seperti pada unggahan dalam perporsi berupa Susu Kotak All purpose milk, Apel,Buah pir, Jeruk, Energen dan roti 2 Biji. Kami akan pantau dan akan mencari kebenarannya,”Ucapnya
Sampai berita ini diterbitkan, pengelola MBG menu tersebut yang terunggah dan menjadi perbincangan belum diketahui.






