Klikpantura.com KOTA TANGERANG— Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026, komunitas The Koloni Kedaung Wetan menggelar kegiatan bertajuk Sumpah Pemuda & Karnaval Budaya di Alun-Alun Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas, mengenalkan kekayaan seni budaya Nusantara, sekaligus menumbuhkan kembali semangat nasionalisme di tengah masyarakat.
Berbagai penampilan seni dan budaya ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Mulai dari pencak silat, marching band, pertunjukan seni dari berbagai etnis, hingga tarian tradisional yang melibatkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Neglasari Kota Tangerang, Iwan Mulyawan, Lurah Kedaung Wetan Abdul Halim, S.IP., Kanit Polsek Neglasari M. Siagian, serta Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial (Dayasos) Dinas Sosial Kota Tangerang, Muh Thakhir.

Tampak pula jajaran Ormas BPPKB Banten Kedaung Wetan yang dipimpin Ketua Hamdan beserta anggota. Kehadiran unsur pemerintahan, aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, dan tokoh masyarakat tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan positif yang digagas masyarakat.
Sutino alias Arab: Bukan Sekadar Karnaval, tetapi Menanamkan Nasionalisme
Ketua Pelaksana kegiatan, Sutino, yang akrab disapa Arab, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Sumpah Pemuda dan Karnaval Budaya ini tidak semata-mata bertujuan menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengingat kembali sejarah perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.
Menurut Arab, generasi muda sebagai penerus bangsa perlu memahami nilai-nilai perjuangan tersebut agar semangat persatuan dan nasionalisme tidak luntur seiring perkembangan zaman.
“Tujuan kegiatan ini untuk mengingat jasa para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Kami ingin mengajak generasi muda agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa dan terus menumbuhkan rasa nasionalisme,” ungkapnya.

Selain menanamkan semangat kebangsaan, pihak panitia juga berupaya menggali potensi yang dimiliki masyarakat di wilayah Kedaung Wetan dan sekitarnya. Melalui kegiatan ini, anak-anak dan generasi muda diberikan kesempatan untuk menunjukkan bakat serta kemampuan di bidang seni dan budaya.
Persiapan Tiga Bulan, Libatkan Berbagai Kalangan
Arab mengungkapkan, kegiatan tersebut telah dipersiapkan selama kurang lebih tiga bulan. Berbagai tahapan dilakukan, mulai dari koordinasi, komunikasi dengan para peserta, hingga sejumlah briefing untuk memastikan seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan baik.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Acara kemudian ditutup dengan hiburan musik.
Keterlibatan peserta dari berbagai jenjang pendidikan menjadi salah satu hal menarik dalam kegiatan tersebut. Kehadiran anak-anak PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK menunjukkan bahwa semangat melestarikan budaya dan memperingati Sumpah Pemuda dapat ditanamkan sejak usia dini.
Beragam penampilan yang disuguhkan juga memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia. Pertunjukan pencak silat menjadi salah satu bentuk pelestarian seni bela diri tradisional, sementara marching band dan tarian budaya memberikan warna tersendiri dalam kemeriahan acara.
Camat dan Lurah Hadir, Bentuk Dukungan Pemerintah kepada Masyarakat
Kehadiran Camat Neglasari Iwan Mulyawan bersama Lurah Kedaung Wetan Abdul Halim, S.IP., menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah wilayah terhadap kreativitas dan inisiatif masyarakat.
Kegiatan yang digagas The Koloni Kedaung Wetan ini menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat, mulai dari kalangan pemuda, pelajar, komunitas seni, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga unsur pemerintahan.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aktif, kreatif, serta memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Momentum Sumpah Pemuda diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga mampu mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki rasa tanggung jawab, semangat persatuan, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial dan kebudayaan.
BPPKB Kedaung Wetan Turut Ambil Bagian
Kehadiran Ormas BPPKB Banten Kedaung Wetan di bawah kepemimpinan Hamdan bersama jajaran turut memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut.
Partisipasi unsur organisasi kemasyarakatan ini mencerminkan pentingnya membangun sinergi antarelemen masyarakat dalam mendukung kegiatan kepemudaan dan kebudayaan.
Keterlibatan organisasi masyarakat diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kerukunan, mempererat persaudaraan, serta menciptakan suasana lingkungan yang aman dan kondusif.
Berharap Menjadi Agenda Tahunan
Lebih lanjut, Arab berharap kegiatan Sumpah Pemuda dan Karnaval Budaya dapat terus diselenggarakan secara rutin setiap tahun.

Harapan tersebut didasari keinginan agar masyarakat memiliki ruang untuk mengembangkan potensi seni dan budaya sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Melalui kegiatan serupa, generasi muda diharapkan semakin mengenal keberagaman budaya Indonesia dan memahami bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekuatan yang harus dijaga bersama.
Penyelenggaraan kegiatan ini menjadi pengingat bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak cukup hanya dikenang melalui sejarah, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah kehidupan bermasyarakat.
Dengan mengusung semangat persatuan, kreativitas, dan pelestarian budaya, The Koloni Kedaung Wetan berupaya menghadirkan perayaan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pesan edukatif bagi masyarakat.
Semangat para pemuda yang dahulu menjadi bagian penting dalam sejarah lahirnya persatuan bangsa diharapkan terus tumbuh dalam diri generasi sekarang. Sebab, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh karakter, persatuan, dan kecintaan generasi mudanya terhadap bangsa dan budaya sendiri
(Denni)






